HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU MENYUSUI
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal yang telah banyak diteliti meliputi pengetahuan ibu, sikap, pendidikan, usia, paritas, pengalaman menyusui sebelumnya, serta kondisi fisik dan psikologis ibu. Faktor eksternal yang turut berperan penting meliputi dukungan keluarga (terutama suami), dukungan tenaga kesehatan, budaya, sosial ekonomi, serta promosi susu formula, Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyususi. Metode: Jenis pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti adalah ibu menyusui di Kelurahan Margadana Kecamatan Margadana sebanyak 55 ibu menyusui. Sampel sebanyak 50 responden, dengan teknik sampling adalah tehnik purpossive sampling.
Hasil: Hasil uji Chi-Square memperoleh nilai p-value = 0,003 (p < 0,05), sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana.
Kesimpulan: Ibu yang memperoleh dukungan suami baik cenderung lebih banyak memberikan ASI eksklusif dibandingkan dengan ibu yang memperoleh dukungan suami kurang baik. Oleh karena itu, peningkatan peran aktif suami dalam pendampingan ibu menyusui perlu menjadi prioritas dalam upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif.
Kata kunci: Dukungan suami; pemberian ASI eksklusif; ibu menyusui
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Referensi
Ajike, S. O., Salihu, H. M., & Ibraheem, R. M. (2020). Husbands’ involvement in maternal and child health in Nigeria. Pan African Medical Journal, 36, 165.
Bandura, A. (2022). Social foundations of thought and action revisited: The role of self-efficacy in health behavior change. New York: Cambridge University Press.
Friedman, M. M. (2018). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik. Edisi 5. Jakarta: EGC.
Lestari, D., & Anggraini, N. (2022). Hubungan dukungan suami dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Banyudono. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 11(2), 78–85.
Maulina, O., Oktalia, J., & Fallona, W. (2022). The relationship of husband support with exclusive breast feeding. The southeast Asia Journal of Midwifery, 8(1).
Mubarak, W. I., & Chayatin, N. (2021). Promosi kesehatan & pendidikan kesehatan. Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2018) Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratama, R.A. and Sari, D.P. (2023) ‘Hubungan dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kota Surabaya’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), pp. 145–152.
Rahman, F., Pratiwi, R. D., & Lestari, S. (2021). Peran Breastfeeding Father dalam Keberhasilan Laktasi pada Ibu Menyusui. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 13(1), 45–52.
Roesli, U. (2020). Inisiasi menyusu dini plus ASI eksklusif (Edisi Revisi). Jakarta: Pustaka Bunda.
World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. WHO
Yulianti, F., Rinawan, F.R., & Hadisoemarto, P.F. (2020). Faktor yang mempengaruhi dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB). Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 30 (4), 329-336.