HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING
Isi Artikel Utama
Abstrak
Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi balita dengan tinggi badan di bawah standar usianya yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas jangka panjang. Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara dengan prevalensi rata-rata 36,4% pada 2005–2017. Penyebabnya mencakup faktor orang tua, anak, dan lingkungan. Pemerintah menargetkan penurunan stunting menjadi 14% pada 2024 melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif. Di Jawa Tengah, prevalensi mencapai 31,15%, dengan Kabupaten Brebes sebagai daerah tertinggi (26,3% pada 2021) dan tingkat kemiskinan tertinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Posyandu Mekar Melati sebanyak 57 responden. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 50 responden. Hasil: Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-Square, dan hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang status gizi balita dengan kejadian stunting. Disarankan pada penelitian selanjutnya agar cakupan wilayah penelitian diperluas sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hubungan tersebut.
Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, Status Gizi Balita, Stunting
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Referensi
Annisa, L., Ismail, D., & Sulistyaningsih. (2023). The Mother's Knowledge in Feeding Practices to Prevent Stunting: Scoping Review. Advances in Health Sciences Research, 71, 496–509. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-324-5_50
Butarbutar, M. H., Prasetyo, J., & Indasah. (2023). Mother's knowledge and attitude in providing balanced nutrition with efforts to prevent undernutrition in toddler (3–5 years). JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia), 11(3), 311–320. https://doi.org/10.21927/jnki.2023.11(3).311-320
Dewi Lieskusumastuti, A., Jannah, R., & Nurgianti, R. A. (2021). Upaya pencegahan stunting melalui metode kunjungan rumah. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 45–52.
Dewi, N.L & Wiwik Afridah. (2023). Literature Review: Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Asi Eksklusif Berdasarkan Usia, Pendidikan Dan Status Pekerjaan. Jurnal Multi Disiplin Indonesia.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. (2018). Hasil Riskesdas 2018: Proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita di Jawa Tengah.
Fauzia, N. S., St, S., & Km, M. (2018). Gizi Seimbang Pada BADUTA Dengan Status Gizi Baita Di Posyandu Rimbaraya Di Wilayah Kerja Puskesmas Klapanunggal Tahun 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana aksi intervensi spesifik dalam rangka percepatan penurunan stunting (Kemenkes RI).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Laila, N., Qariati, N. I., & Handayani, E. (2020). Hubungan Pengetahuan , Sikap Dan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi BADUTA Di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 2 Tahun 2020. 1–13.
Lestari, D., & Wulandari, S. (2020). Efektivitas media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang stunting. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 22–30.
Nurhayati, S., & Rahayu, D. (2021). Pengaruh edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang stunting dengan metode brainstorming menggunakan media leaflet dan audiovisual. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 13(2), 110–118.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (2014). Target gizi global 2025: Ringkasan kebijakan tentang stunting. Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia. Diakses dari https://www.who.int/publications-detail-redirect/WHO-NMH-NHD-14.3
Palupi, F. H., Renowening, Y., & Mahmudah, H. (2023). Pengetahuan ibu tentang gizi dan hubungannya dengan kejadian stunting pada balita usia 24–36 bulan. Jurnal Kesehatan Mahardika, 10(1), 1–6.
Sari, N. P., & Lestari, D. (2023). Hubungan tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan gizi dan status gizi anak balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(1), 45–53.
Sitorus, R. S., & Suprianto, S. (2024). Correlation of Education Level with Mother’s Knowledge About the Nutritional Status of Stunted Toddlers. Jurnal Keperawatan Priority, 7(1), 62-71.
World Health Organization. (2020). Reducing stunting in children: Equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: WHO.
Wulandari, D., & Sari, A. P. (2019). Frekuensi kunjungan posyandu dan hubungannya dengan kejadian stunting pada anak usia di