HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK PRA-SEKOLAH DI TK PRATIWI JATIMAKMUR

Isi Artikel Utama

Dea Riskha Fitriliana
Pedvin Ratna Meikawati
Nopi Sapitri

Abstrak

Latar Belakang: Stunting merupakan manifestasi gagal tumbuh kronis akibat defisiensi gizi jangka panjang yang berdampak pada kognitif dan kesehatan anak. Pada tahun 2022 Provinsi Jawa Tengah menurut WHO masih memiliki indikator kesehatan yang bermasalah karena angka prevalensi stunting ≥ 20%. di mana faktor status ekonomi keluarga sering kali diidentifikasi sebagai determinan utama akses terhadap pemenuhan gizi seimbang. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dan siswa di TK Pertiwi Jatimakmur dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 20 responden. Pengumpulan data dilakukan pada 20 November 2025 melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas keluarga berada pada status ekonomi rendah (61,9%), namun angka kejadian stunting ditemukan rendah yaitu 9,5%. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value = 0,004 (p > 0,005), yang berarti ada hubungan signifikan antara status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Status ekonomi merupakan faktor tunggal penyebab stunting di TK Pertiwi Jatimakmur. Disarankan Perlunya meningkatkan edukasi tentang pencegahan stunting kepada masyarakat sehingga ibu lebih memperhatikan pola makan dan nutrisi serta memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu.


Kata kunci: Status Ekonomi, Kejadian Stunting, Anak Pra Sekolah

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Fitriliana, D. R. ., Meikawati, P. R. ., & Sapitri, N. . (2025). HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK PRA-SEKOLAH DI TK PRATIWI JATIMAKMUR. Journal of Midwifery and Health Administration Research, 5(2), 140–145. Diambil dari https://e-journal.stikes-brebes.ac.id/index.php/jomhear/article/view/175
Bagian
Artikel

Referensi

Ahnafani, M. N., Ariani, M., Fetriyah, U. H., Joae, P., & Nito, B. (2024). Hubungan status ekonomi dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(8), 988–1000.

Indonesia, K. K. R. (2022). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting.

Kemenkes RI. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022.

Khati, S. A., & Ariesta, M. (2023). Hubungan Status Ekonomi Dan Jumlah Keluarga Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kuapan Kecamatan Tambang Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Terpadu, 2(3), 173–180.

Leksono, A. W., Prameswary, D. K., & Pembajeng, G. S. (2021). Risiko Penyebab Kejadian Stunting pada Anak. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 1(2), 34–38.

Lia Agustin, D. R. (2021). Hubungan Pendapatan Keluarga Dengan Kejadian Stunting. Indonesian Journal of Midwifery (IJM), 4 (1), 30–34.

Nasution, D. M. (2025). Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Terpadu, 6(2). https://doi.org/OI : https://doi.org/10.30596/jih.v6i2.19451

Oktariyani, D., Fitri, Y. R., & Chamy, R. (2020). Social economy and dietary patterns with incidence of stunting in elementary school children at working area of Lapai public health center Padang. International Journal of Community Medicine and Public Health, 7(7), 2483–2486.